Dahlan Iskan, A Whistleblower or Just Plain Coward

A whistleblower is a person who tells the public or someone in authority about alleged dishonest or illegal activities occurring in a government department or private company or organization. Coward can mean someone lacking in courage.” (Wikipedia)

Dan kegiatan atau aktifitas ilegalnya adalah pemerasan yang dilakukan oleh oknum anggota DPR terhadap BUMN. Ya, belakangan ini lagi-lagi DPR diterpa isu tak sedap berkaitan dengan anggotanya. Isu tak sedap tersebut disampaikan oleh Menteri BUMN sendiri, Dahlan Iskan melalui media. Tidak hanya mengetahui telah adanya tindakan pemerasan, Dahlan Iskan pun telah mengantongi nama-nama dari oknum anggota DPR tersebut yang jumlahnya sekitar 10 orang dan akan mengungkap nama-nama tersebut jika diperlukan.

Peluit telah berbunyi nyaring dan permainan dimulai. Banyak yang mendukung aksi Dahlan Iskan, tapi tidak sedikit yang mencemooh aksinya sebagai sikap yang kampungan. Beberapa anggota DPR yang lain pun merasa bahwa isu pemerasan terhadap BUMN tidak perlu diungkap melalui media, cukup disampaikan saja ke KPK, sebab mereka kuatir isu akan berkembang liar di tangan media dan akan menjadi fitnah belaka jika tanpa disertai adanya bukti otentik. Untuk hal ini, saya memang setuju, sebab apa yang nanti akan diungkap merupakan suatu hal yang cukup mampu mengguncang atau mencoreng kredibilitas suatu lembaga negara, apalagi jika pemerasan itu dilakukan demi untuk mengisi kas partai dari oknum anggota DPR itu sendiri. Akan terlalu banyak prasangka tidak baik nantinya.

Tapi peluit telah ditiup dan berbunyi nyaring! Dari jumlah 10 oknum anggota DPR yang telah melakukan tindakan pemerasan terhadap BUMN, ternyata Dahlan Iskan hanya mengungkap dua nama saja, dengan inisial IL dan S. Kecewa? Tentu saja, sebab beberapa oknum yang lain tidak (atau mungkin juga belum, ya!) diungkap tanpa alasan yang pasti. Kenapa hanya IL dan S? Bagi DPR sendiri, sebagai lembaga yang sedang disorot soal pemerasan, tentu ingin mengetahui dengan pasti siapa oknum anggotanya yang telah melakukan perbuatan ilegal tersebut. Mereka berharap bahwa Dahlan Iskan lebih terbuka dan tidak perlu menutupinya.

Peluit telah ditiup dan bunyinya tetap nyaring! Rakyat mungkin sudah terlalu muak dengan ulah lembaga negara yang satu ini. Jika memang ternyata telah terjadi tindakan ilegal yang dilakukan oleh oknum anggotanya, rasanya dukungan positif akan mengalir untuk Dahlan Iskan. Mainkan peluitmu Pak Is, atau hanya menjadi pengecut biasa atas isu yang telah Anda letakkan sendiri di atas meja.

Iklan
Pos ini dipublikasikan di Ruang Baca dan tag , , . Tandai permalink.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s